Kenapa Kita Susah Move On? Ini Penjelasan Psikologinya
Rasa sulit move on bukan kelemahan, melainkan respons alami dari cara kerja otak manusia
Pendahuluan
Putus dari hubungan atau kehilangan seseorang yang berarti bisa terasa jauh lebih menyakitkan dari yang dibayangkan. Bahkan setelah berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun, bayangan orang itu masih saja hadir.
Banyak orang bertanya: kenapa susah sekali move on?
Jawabannya ternyata ada di dalam otak dan cara kerja emosi manusia.
Apa yang Terjadi di Otak Saat Patah Hati
Ketika kehilangan seseorang yang dicintai, otak bereaksi dengan cara yang mirip seperti saat merasakan sakit fisik.
Bagian otak yang aktif saat patah hati sama dengan bagian yang memproses rasa sakit tubuh. Inilah alasan mengapa patah hati bisa terasa sangat menyakitkan secara harfiah.
Selain itu, kebiasaan dan rutinitas yang terbentuk bersama seseorang menciptakan pola neural di otak. Memutus pola itu memerlukan waktu dan proses yang tidak singkat.
Alasan Psikologis Kenapa Susah Move On
1. Otak terbiasa dengan kehadiran orang tersebut
Hubungan menciptakan rutinitas, dan rutinitas memperkuat jalur neural di otak. Ketika hubungan berakhir, otak masih "mencari" kebiasaan lama tersebut.
2. Hormon ikatan belum sepenuhnya berhenti
Oksitosin, hormon yang berperan dalam ikatan emosional, tidak langsung hilang saat hubungan berakhir. Proses penurunannya memerlukan waktu.
Otak memproses rasa kehilangan hampir sama seperti memproses rasa sakit fisik
3. Pikiran rumination
Otak cenderung terus memutar ulang kenangan dan mempertanyakan apa yang salah. Proses ini disebut rumination, dan bisa membuat perasaan kehilangan terasa lebih intens.
4. Harapan yang belum sepenuhnya lepas
Selama masih ada harapan untuk kembali atau situasi berubah, proses move on akan terhambat karena otak belum benar-benar menerima kenyataan.
5. Identitas diri yang menyatu
Dalam hubungan yang panjang, sebagian identitas diri seseorang bisa menyatu dengan pasangan. Kehilangan hubungan berarti juga harus menemukan kembali siapa diri sendiri.
Tanda-Tanda Kamu Belum Move On
- Masih sering memeriksa media sosial orang tersebut
- Membandingkan orang baru dengan mantan
- Masih berharap situasi akan berubah
- Sulit menikmati hal-hal yang dulu menyenangkan
- Setiap momen kecil mengingatkan pada orang tersebut
Cara Mempercepat Proses Move On
1. Izinkan diri untuk berduka
Move on bukan berarti langsung tidak merasakan apa-apa. Proses berduka adalah bagian yang sehat dan perlu dilalui.
2. Batasi kontak dan paparan
Mengurangi intensitas bertemu, melihat foto, atau membaca percakapan lama bisa membantu otak mulai membangun pola baru.
3. Isi waktu dengan aktivitas bermakna
Kembali ke hobi, membangun koneksi sosial baru, atau mencoba hal baru bisa membantu mengalihkan pola pikir.
4. Tulis perasaan
Jurnal atau menulis surat yang tidak dikirim bisa membantu memproses emosi yang belum terselesaikan.
5. Fokus pada pertumbuhan diri
Jadikan periode ini sebagai waktu untuk mengenal diri sendiri lebih dalam dan berkembang.
6. Minta bantuan jika diperlukan
Berbicara dengan orang yang dipercaya atau profesional bisa membantu proses pemulihan berjalan lebih sehat.
Berapa Lama Proses Move On?
Tidak ada patokan waktu yang pasti. Durasi hubungan, kedalaman ikatan emosional, dan kondisi psikologis seseorang sangat memengaruhi lamanya proses move on.
Yang penting bukan seberapa cepat, tetapi apakah prosesnya berjalan dengan sehat.
Move on adalah proses, bukan peristiwa. Berikan waktu yang cukup untuk diri sendiri
Kesimpulan
Kesulitan move on bukan berarti kelemahan atau ketidakmampuan. Ini adalah respons alami dari otak dan sistem emosi manusia.
Dengan memahami prosesnya dan memberikan diri sendiri ruang untuk pulih, move on bukan sesuatu yang mustahil — hanya butuh waktu dan kesabaran yang nyata.


